KBRI Damaskus: Tak jelas berapa yang masih terjebak

Keadaan Suriah/Ilustrasi (Sumber: CNN)

Sekitar 22 orang TKW masih berada di tempat penampungan di kantor KBRI di Damaskus, dan empat orang TKW di kantor cabang konsuler RI di Aleppo, sampai pertengahan Desember ini. Jumlah mereka diperkirakan akan bertambah karena diduga masih banyak yang terjebak di wilayah konflik.

“Setiap hari ada saja TKW yang datang ke kantor KBRI dan kami tidak mengetahui berapa banyak jumlah TKW yang masih berada di Suriah, kata Pejabat Konsuler dan Pensosbud KBRI di Damaskus, AM Sidqi, seperti yang di lansir oleh BBC Indonesia

Sebagian TKW tersebut merupakan korban perdagangan orang. Sejak program pemulangan atau repatrasi WNI dimulai pada 2012 hingga awal Desember 2016, pemerintah telah memulangkan sekitar 12.563, yang sebagian besar diantaranya merupakan TKW yang telah bekerja di Suriah sebelumnya, selain korban perdagangan manusia.

Konflik di Suriah yang kunjung berakhir membuat pemerintah memberlakukan penghentian permanen pengiriman TKI – yang bekerja di sektor domestik – pada tahun 2015. Sebelumnya pada tahun 2011, pemerintah sempat memberlakukan moratorium sementara.

Tetapi pengiriman TKW ke Suriah masih terus berlanjut secara ilegal. Menurut AM Sidqi, moratorium pengiriman TKW secara permanen itu masih dianggap sepihak, karena pemerintah Suriah belum mengakuinya.

“Kami sudah mengirimkan pemberitahuan mengenai moratorium itu, tahun 2011 dan juga 2015 yang bersifat permanen, kita masih berharap pemerintah Suriah mengakui kebijakan itu, tapi mereka mengatakan sebaiknya dihentikan saja pengirimannya dari Indonesia. Sementara itu kan tidak ada yang dikirim ke Suriah secara terang-terangan, mereka itu illegal, non prosedural, dan melangar hukum, ” jelas Sidqi.

Kondisi itu menurut Sidqi, menyebabkan TKW dari Indonesia masih dianggap legal oleh hukum di Suriah, padahal dari sisi Indonesia, TKW yang diberangkatkan setelah moratorium itu merupakan korban tindak perdagangan manusia.

Dia mengatakan sebagian TKW yang dikirim setelah kebijakan moratorium diberlakukan, tidak memegang paspor.Perusahaan yang mengirim mereka pun tidak diketahui. Situasi itu menyulitkan proses pemulangan TKW tersebut.

Para TKW yang ditampung KBRI itu, banyak juga yang telah bekerja di Suriah selama bertahun-tahun, dan diantaranya banyak yang mengalami perlakuan buruk. Misalnya tidak dibayar gajinya oleh majikan.

Menurut Sidqi, dalam beberapa kasus akhirnya kemudian gaji dibayarkan setelah pemerintah Indonesia – mewakili TKW – melakukan gugatan hukum.

Hingga kini, para pelaku perdagangan orang masih terus beroperasi.

Pada November lalu, sekitar 14 orang calon TKW yang akan diberangkat ke Suriah dikembalikan ke Indonesia. Peristiwanya terjadi secara ‘kebetulan.’

Dalam perjalanan ke Damaskus, para TKW harus berganti pesawat di Lebanon. Di Bandara Beirut Lebanon, puluhan perempuan ini menolak untuk naik pesawat menuju Damaskus. Akhirnya petugas maskapai menghubungi pejabat Indonesia di Beirut, dan para calon TKW ini telah dipulangkan ke Indonesia. (Sumber: bbc.com)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*