Lima Tersangka Ditetapkan Dalam Kasus TKI Ilegal Di Batam

TKI ilegal. (ANTARA FOTO/M N Kanwa)

 

BATAM – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau telah menetapkan lima tersangka dalam kasus upaya pengiriman 196 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) secara ilegal menuju Malaysia yang terbongkar pada Kamis (12/1).
“Tersangkanya saat ini berjumlah lima orang,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Pol Eko Puji Nugroho seperti dilansir antaranews.com, Minggu.
Usai penggagalan pengiriman 196 orang calon TKI ilegal tersebut, pada Jumat (13/1) Polda Kepri mengumumkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah DK, AZA alias R, HR alias H, dan SH alias S. Setelah penetapan keempatnya sebagai tersangka, Polda Kepri menetapkan satu orang lagi sebagai tersangka sehingga seluruhnya berjumlah lima orang.
“Kami masih terus mengembangkan kasus ini unuk mengungkap jaringan penyalur TKI secara ilegal dari Batam,” kata Eko.
Seluruh calon TKI yang hendak dipekerjakan di Malaysia tersebut diamankan dari tiga tempat berbeda di Batam pada Kamis (12/1). 22 orang diamankan saat keluar dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam dengan tiga mobil.
Selanjutnya dalam pengembangan diamankan 74 calon TKI di Ruko Gloria View Batam Centre dan 101 orang di Ruko Valey Park Batam Centre. Calon TKI yang hendak dipekerjakan secara ilegal tersebut kebanyakan berasal dari Jawa Timur khususnya Madura, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Barat.
“Yang dari Madura dan wilayah timur lainnya diterbangkan dari Surabaya menuju Batam selanjutnya dijemput tersangka untuk dibawa ke penampungan. Sebagian sudah punya paspor pelancong dari daerah asal,” kata Eko.
Polda Kepri juga mengamankan puluhan KTP, paspor pelancong calon TKI, telepon gengam, tiket pesawat dan pas bandara, serta kendaraan yang dipakai jaringan untuk menjemput calon TKI ilegal usai mendarat di Hang Nadim.
Atas perbuatan tersebut, pelaku dikenakan pasal 102 dan 103 UU Perlindungan Tenaga Kerja dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara. Saat ini seluruh calon TKI masih dititipkan pada rumah singgah milik Dinas Sosial Batam di Nongsa Batam menunggu pemulangan ke daerah masing-masing.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*