Mencari Jalan Keluar Masalah Pekerja Migran Indonesia

Sekjen Unimig Indonesia Fathurahman Arsyad Rahim berfoto bersama pembicara dan peserta Pelatihan Penguatan Hak-Hak Pekerja Migran Perempuan Dalam Hukum Perkawinan dan Keluarga. Acara ini diselenggarakan di Ruang Ramayana Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hongkong (24/12) dan Macau (25/12).

HONGKONG – Selama ini banyak masalah seputar pekerja migran Indonesia di luar negeri. Ketidaktahuan akan hukum positif di negara bersangkutan dan hak-hak pekerja migran seringkali menjadi penyebab terjerumusnya sang migran ke dalam masalah hukum.

Union Migrant (Unimig) Indonesia bekerja sama dengan Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Hak-Hak Pekerja Migran Perempuan Dalam Hukum Perkawinan dan Keluarga. Acara ini diselenggarakan di Ruang Ramayana Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hongkong (24/12) dan Macau (25/12).

Atase Kejaksaan di KJRI Hongkong Sri Kuncoro menyambut baik acara ini. Ia menegaskan pihaknya tidak menginginkan pekerja migran Indonesia terjerumus ke dalam penjara atau bermasalah dengan hukum di luar negeri.

“Ada 132 orang dipenjara di Hongkong dan Macau. Sepertinganya kasus narkoba, tidak ada yang memakai. Semuanya kurir atau dimanfaatkan,” kata Kuncoro.

Acara ini diisi oleh beberapa pembicara. Sekretrais Jenderal (Sekjen) Unimig Indonesia Fathurahman Arsyad Rahim memberikan materi “Membangun Pola Komunikasi Keluarga dan Pengasuhan Anak Bagi Pekerja Migran Perempuan”. Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia Heru Susetyo memaparkan materi  “Penguatan Hak-Hak Pekerja Migran dalam Hukum Perkawinan dan Keluarga”.

Pelatihan ini akan diselenggarakan di negara-negara destinasi pekerja migran Indonesia lainnya. Tujuannya agar pekerja migran Indonesia tidak tersangkut masalah hukum dan memahami hak-haknya.

Galeri Training “Penguatan Hak-Hak Pekerja Migran Indonesia Perempuan dalam Hukum Perkawinan dan Keluarga” Hongkong.

Galeri Training “Penguatan Hak-Hak Pekerja Migran Indonesia Perempuan dalam Hukum Perkawinan dan Keluarga” Macau.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*