Purna Pekerja Migran Indonesia dari Jepang Bangun Sekolah Gratis

Benben Nurjaman (Paling kanan) saat menerima penghargaan Purna TKI Award Jawa Barat Tahun 2015 yang diadakan Pemprov Jawa Barat

Kepeduliannya terhadap anak-anak putus sekolah di daerah tempat tinggalnya mendorong langkah Benben Nurjaman untuk turut berpartisipasi membangun desa. Berbekal mimpi dan tekad kuat, setelah mengumpulkan bekal dengan menjadi TKI, Benben pun membangun sekolah gratis untuk warga sekitar.

Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpimu. Ungkapan tersebut tampaknya pas jika disandangkan pada Benben Nurjaman, warga Kampung Pasiruncal, Desa Mekarsari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Bagaimana tidak, berbekal mimpi dan tekad yang kuat untuk bisa memberikan manfaat bagi warga sekitar, kini anak desa tersebut berhasil membangun sebuah sekolah gratis untuk anak-anak sekitar kampungnya.

Sebagai anak desa, mimpi Benben kala itu memang tidaklah muluk-muluk. Sebagai anak lelaki, dia ingin bisa memberikan arti bagi keluarga dengan mampu memberikan usaha yang bisa menghidupi keluarga. Namun, jiwa sosialnya pun tergugah saat melihat banyaknya anak-anak putus sekolah di kampungnya. Mimpinyapun kemudian berkembang dengan harapan ingin bisa terlibat dalam pembangunan desa.

Berawal dari mimpi untuk mewujudkan cita-cita yaitu memulihkan perekonomian keluarga dan keinginan kuat untuk membangun Desa. Benben pun memutuskan untuk pergi ke negara Sakura dengan modal tekad kuat. Tahun 2003, dia pun tercatat sebagai satu yang dinyatakan lolos seleksi dan akhirnya berangkat menjadi TKI di Jepang.

Buah kerja kerasnya pun mulai bisa dinikmati. Hasil menjadi TKI selama 3 tahun di Jepang, Benben pun berhasil membangun pabrik penggilingan padi. Sepulang dari Jepang tahun 2006, dia kemudian merintis bisnis tersebut hingga sekarang. “Alhamdulillah bisnis tersebut sudah dapat memulihkan perekonomian keluarga saya. Dan dapat membantu orang lain dengan dapat memperdayakan sumber daya manusia yang ada,” ungkapnya saat berbincang dengan INILAH, Jumat (17/12).

Seiring dengan waktu, rasa kepedulian Benben terhadap kondisi desanya pun kian besar. Akhirnya di tahun 2011, dia pun dapat mewujudkan mimpinya dengan membangun sekolah gratis bagi anak-anak kurang mampu dari warga sekitar.

Dengan modal semangat, Benben merintis sekolah SMP IT Al-Muqoddimah pada tahun 2011 di bawah yayasan Assalam Pataruman Garut dengan memanfaatkan fasilitas Gedung madrasah yang hanya terdiri dari 3 kelas dan 1 kantor. Di tahun pertamanya, sekolah rintisan Benben hanya diisi 8 siswa, angkatan kedua berjumlah 9 siswa, angkatan ketiga berjumlah 17 siswa, angkatan ke empat 15 siswa, dan angkatan kelima 9 siswa dengan pengajar yang notabene berdomisili dekat dengan sekolah.

Para siswa tersebut diberikan pakaian seragam, alat tulis, sepatu dan tas secara gratis. Perjuangan Benben pun mendapat dukungan karena adanya sekolah juga mendorong para lulusan perguruan tinggi di sekitar desa merasa terbantu karena dapat mengaplikasikan ilmunya dengan mengajar.

“Saya tergerak ingin mendirikan sekolah karena saya melihat generasi penerus di Desa saya yang putus sekolah karena kendala ekonomi. Generasi yang seharusnya masih mengenyam dunia pendidikan tapi mereka memilih membantu orang tuanya untuk bekerja. Dengan adanya sekolah ini, orang tua tidak perlu khawatir untuk memikirkan biaya pendidikan anaknya yang kian lama semakin mahal,” ujarnya.

Benben menuturkan, saat ini selain sudah mengantongi izin resmi tepatnya di tahun 2012, sekolah gratis yang dirintisnya juga sudah mendapatkan BOS dari pemerintah. Namun karena berbagai keterbatasan, untuk menunjang program-program di sekolah ini yang serba gratis Benben juga kerap menggunakan dana talangan dari bisnis penggilingan padi yang selama ini ia jalankan.

Menurut Benben, kebahagian dan rasa bangganya pun kian tumbuh, setelah siswa-siswanya bisa tampil membawakan lagu berbahasa Jepang dalam acara seminar internasional di kampus UNIGA.

“Berkat pertolongan Alloh SWT dan juga pihak-pihak yang sudah banyak membantu baik segi moril ataupun materil, sekolah ini alhamdulillah sudah meluluskan tiga angkatan. Harapan saya tentu saja lulusannya menjadi orang yang berguna bagi dirinya sendiri, keluarga, dan juga masyarakat. Salah satu siswa kami juga dibeasiswakan untuk melanjutkan ke jenjang SMK oleh perusahaan Jepang GLECT, co. Ltd yang berdomisili di Osaka Jepang,” ujarnya.

Benben menambahkan, sebagai pendiri dia juga sangat mengapresiasi berbagai pihak yang telah membantunya. Sehingga sekolah gratis yang dirintisnya itu dapat terus melakukan proses belajar mengajar. ” Sekolah kami mendapatkan sebidang tanah pemberian perusahaan tersebut seluas 56 tumbak. Hal itu dikarenakan perusahaan tersebut sangat peduli akan pendidikan di Indonesia yang masih tertinggal. Tahun 2015, kami juga mendapatkan bantuan dari Pemkab Garut satu lokal ruang kelas baru di atas tanah hihah Glect. Co.ltd. dan pada tahun 2016 ini Kemendikbud memberikan bantuan satu lokal ruang kelas baru lagi,” pungkasnya. (ghi) (Sumber: inilahkoran.com)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*