Sejarah

Assosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia  dan UNI Malaysian Council serta di dukung penuh oleh International Labour Organization (ILO) telah mendirikan sebuah wadah bagi pekerja Indonesia yang berada di luar negeri untuk berserikat. Serikat Pekerja Migran Indonesia atau dalam bahasa Inggris disebut dengan UNIMIG.
UNIMIG  didirikan di Medan  pada tanggal 21 September 2008. UNIMIG hadir di Malaysia dan Negara-negara lain untuk memberikan advokasi dan pemberdayaan bagi pekerja migrant.

KORAN TEMPO

Serikat Pekerja Indonesia Pertama Berdiri di Malaysia  

Kamis, 18 Desember 2008 | 15:57 WIB

TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur: Hari ini akan menjadi hari yang cukup bersejarah bagi para pekerja migran Indonesia yang mencari nafkah di Malaysia, karena serikat pekerja migran Indonesia yang pertama telah resmi berdiri di negeri tersebut.

Union for Migrant Workers (UNIMIG) yang mengadakan kongres sejak Rabu (17/12) di ball room Federal Hotel, Kuala Lumpur, mengukuhkan dirinya sebagai serikat pekerja migran Indonesia pertama di negeri tetangga itu. Dalam kongres ini terpilih pula Kun Wardana Abyoto sebagai ketua pertamanya.

Presiden Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Muhammad Hakim yang membidani lahirnya UNIMIG menjelaskan, UNIMIG akan memfokuskan diri pada peningkatan kesejahteraan pekerja Indonesia. “Dimulai dengan kesadaran berorganisasi, peningkatan sumber daya manusia, sampai pada advokasi, dan pembelaan pekerja bermasalah,” ucap Hakim kepada Tempo usai acara pengukuhan, Kamis (18/12).

Namun, usaha ini akan mendapat kendala lantaran Malaysia melarang pembentukan serikat pekerja asing di negeri ringgit itu. Untuk menyiasati hal itu dalam urusan operasional UNIMIG akan dibantu serikat pekerja Malaysia atau Uni MLC (Uni Malaysian Liaison Council). “Kantornya di Jakarta, tapi operasionalnya dilakukan dengan Uni MLC di Kuala Lumpur,” kata Hakim, menambahkan.

Karenanya, tak mengherankan jika presiden Uni MLC Muhamed Shafei Mammal juga ikut serta dalam acara pendirian tersebut. Shafei sendiri menyatakan rasa gembiranya dengan berdirinya UNIMIG di Malaysia. “Kami sangat senang, sebab itu Uni MLC bersedia membantu operasional dan semua hal yang terkait dengan UNIMIG,” kata dia.

Disinggung wartawan mengenai pernyataan Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia S. Subramaniam yang berencana memberhentikan 50 persen atau sekitar 400 ribu pekerja asing setiap tahun, Shafei mengatakan usaha mengurangi ketergantungan terhadap pekerja asing seharusnya dilakukan dengan cara bijak.

“Harus ada pertemuan tripartit antara Pemerintah Malaysia, perusahaan, dan kedutaan negara asal pekerja,” ujar Shafei. “Jangan sampai membuat keputusan unilateral yang hanya akan merugikan pekerja.”

Selain itu juga Shafei mengingatkan agar negara asal pekerja lebih sistematis dalam mengirimkan pekerjanya ke Malaysia. “Mengherankan jika Kedutaan Indonesia, misalnya, tidak tahu di daerah mana dan dengan siapa warganya bekerja di Malaysia. Karena tugas negara adalah melindungi warganya di mana pun ia berada,” katanya. (SAFWAN AHMAD, KUALA LUMPUR)

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Google Ads


Count per Day

  • 196089Total reads:
  • 78Reads today:
  • 148Reads yesterday:
  • 0Visitors currently online: