UMP Naik, TKI Perkebunan Sawit Malaysia Siap Pulang Kampung

  • Posted by unimig on December 31, 2012

UNIMIG.ORG – Sejumlah pemerintah daerah di Indonesia sudah menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP). Besaran kenaikan gaji itu merentang dari 10 hingga 49 persen untuk tahun depan.

Mendengar kabar itu,  banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mengadu nasib di luar negeri, khususnya Malaysia, berencana kembali ke kampung halamannya. Sektor yang bakal terkena dampak paling serius akibat arus mudik TKI di negeri jiran itu adalah industri kelapa sawit.

Seperti dilansir the Wall Street Journal, Minggu (30/12), industri perkebunan sawit Malaysia terancam kekurangan pekerja terampil mencapai 60.000 orang tahun depan. Sebab, banyak pegawai mereka yang rata-rata berkewarganegaraan Indonesia ingin pulang kampung karena mendengar kabar kenaikan UMP di banyak daerah.

Salah satu pemilik perkebunan sawit di Negara Bagian Sabah, Malaysia, tak disebut namanya mengatakan potensi kekurangan tenaga kerja karena banyak TKI hendak pulang kampung sudah terasa di perusahaannya. Dia mengaku khawatir, sebab pekerja Indonesia sangat terampil dan rajin, sehingga sulit digantikan tenaga kerja asing lainnya.

“Jumlah pekerja perkebunan dari Indonesia akan berkurang drastis, kami bisa saja memakai jasa tenaga kerja Bangladesh, tapi mereka tidak seterampil pekerja Indonesia,” ungkapnya.

Rencana pulang kampung karena kepincut kenaikan upah dalam negeri itu juga dibenarkan salah satu TKI bernama Saufrik. Pria 39 tahun asal Lombok, Nusa Tenggara Barat ini, termasuk pekerja senior dan mendapat gaji bulanan 1.300 ringgit atau setara Rp 4 juta. Saufrik mengaku bila gaji di Indonesia bisa setara yang didapatkan di Malaysia, dia tidak segan pulang kampung.

“Kalau pemerintah Indonesia tidak mencla-mencle dengan kebijakan kenaikan upah, kami pasti mempertimbangkan pulang kampung. Di (Malaysia) semua ada, tapi harapan kembali selalu ada,” ungkapnya.

Industri sawit Malaysia selama lima tahun terakhir mengalami kesulitan mendapat pekerja terampil di perkebunan. Berdasarkan data BPS Maret tahun ini, TKI yang bekerja di sektor sawit negeri jiran itu mencapai 250.000 orang, dengan perkiraan 80 persen berasal dari Sulawesi Selatan. Indonesia dan Malaysia adalah dua negara yang menguasai 90 persen ekspor minyak sawit mentah di seluruh dunia. (merdeka.com).*

Klik LIKE/SUKA Fans Page UNIMIG Indonesia untuk mengikuti info aktual tentang TKI/Buruh Migran di Facebook Anda. Follow juga twitter kami: @unimigindonesia

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Google Ads


Count per Day

  • 223062Total reads:
  • 141Reads today:
  • 312Reads yesterday:
  • 4Visitors currently online: