UNIMIG Minta Trafiker TKI ke Jordan di Tindak

Pada tanggal 19-24 September Tim Union Migrant (UNIMIG) Indonesia melakukan kunjungan ke Amman Jordania, dalam kunjungan tersebut tim UNIMIG bertemu dengan  berbagai pihak yang berkepentingan dalam menyelesaikan permasalahan TKI, kedatangan tim UNIMIG di sambut baik oleh Duta Besar KBRI Amman Bapak Zainulbahar Noor dan Atase Tenaga Kerja KBRI Amman Bapak Yusuf Setiawan. Disamping itu tim juga berkesempatan berdialog dengan Imad Syarkawi pengacara tetap KBRI Amman, dan berkunjungn ke kantor Mrs. Linda pimpinan LSM Tankem Human Right Center dan Mr. Fathullah Ketua salah satu Federasi Serikat Pekerja di Jordania.

 

Di Jordania terdapat 48.000 TKI yang bekerja pada sektor PRT (informal) dan hanya 11.000 yang bekerja secara resmi (legal) sisanya adalah bekerja secara illegal yang dibawa masuk oleh para agen dan pelaku perdagangan manusia, padahal semenjak 29 Juli tahun 2010 pemerintah Indonesia melakukan penghentian sementara / moratorium pengiriman TKI ke Jordania, namun didapati masih saja para agen membawa masuk ke Jordania secara illegal, dan ini sangat membahayakan keselamatan TKI karena mereka bekerja tanpa prosedur yang resmi dan lemah dalam perlindungan.

 

Padahal akibat perbuatan para “mafia” TKI tersebut bukan hanya para TKI yang dirugikan karena banyak diantara mereka mengalami kekerasan dan tidak dibayar, namun pemerintah Indonesia mengeluarkan biaya uang cukup besar untuk memulangkan mereka, mulai dari membiayai kehidupan selama dipenampungan, pengacara, hingga tiket kepulangan, bahkan KBRI Amman pada tanggal 18 September 2012 yang lalu memulangkan 300 orang lebih dengan menyewa pesawat khusus dari Indonesia,  sedangkan para agen nakal tersebut tidak bertanggung jawab dan meraup keuntungan yang sangat besar yang didapat dari “memperdagangkan” TKI kepada majikan-majikan dan agen illegal di Jordania bahkan banyak diantara TKI tersebut yang dokumen nya dipalsukan dan berusia dibawah 17 tahun, ada juga diantara mereka yang dibawa ke Irak dan palestina yang merupakan daerah rawan konflik bahkan diseludupkan ke Kuwait dan Arab Saudi melalui Jordania yang mana Pemerintah telah melakukan penghentian sementara /moratorium ke negara tersebut.

 

Melihat fenomena ini UNIMIG meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera menindak tegas pada pelaku perdagangan orang ke Jordania, beberapa waktu lalu aparat penyidik dari Mabes Polri sudah datang ke Jordania untuk membuat berita acara para korban namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya, disamping itu UNIMIG juga meminta Menteri Hukum dan HAM dan Kapolri untuk menindak aparatnya di Bandara yang meloloskan para agen membawa TKI ke Timur Tengah dengan berbagai modus, karena dari hasil investigasi UNIMIG dan KBRI Amman, ada indikasi para agen membayar sejumlah uang kepada aparat Penegak Hukum agar bisa lolos membawa TKI ke Timur Tengah

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*